Andai ku memiliki sakti menafsir cinta
Hingga kiasan kata-kata, ku bubar jadi mudah
Mata pena yang biru, tak bias menukilkan
Maka hati yang rindu, memendam perasaan
Bingkainya retak, kaca berderai
Namun lukisan wajahmu semakin menawan
Sayang jika bisa
Kau gambarkan rahsia benih mata
Dari terusan lubuk jiwa
Korus
Kala engkau jatuh rebah
Tangan ini yang menyambutmu
Bila kau menangis ku turut bersedih
Tanpa kau menyedari
Ingin aku pergi jauh
Tapi hati dirantai kamu
Tidak ku mementingkan diri sendiri
Walau tak diucapi
Jika kau juga memiliki sakti
Engkau kekasih hati
Betapa berat dikau memandang
Seksa lagi bahu ku memikul bebanan
Ulang Korus
Kala engkau jatuh rebah
Tangan ini yang menyambutmu
Tidak ku mementingkan diri sendiri
Walau tak diucapi
Jika kau milik sakti
Engkau kekasih hati
Andai kau memiliki sakti menafsir cinta
Pasti kau mendiagnosa
Perhatian!
{ 0 comments... read them below or add one }
Post a Comment